Minggu, 30 Juni 2013

membuat artikel di jurnal internasional

Sesuai dengan peraturan Dikti yang terbaru, untuk lulusan Doktor Program Pasca Sarjana syaratnya adalah wajib mengirim tesisnya yang telah diubah menjadi artikel ke jurnal internasional. Jadi workshop ini sangat bermanfaat bagi kami, bagaimana menulis dan menyusun artikel sesuai dengan standard jurnal internasional. Sebagian anggota workshop kebanyakan adalah teman-teman yang sedang studi lanjut S3, ada juga yang mau daftar, ada juga yang sudah lulus Doktor, bahkan ada juga yang sedang pikir-pikir untuk kuliah S3 (including me, xoxo…)
Ternyata menulis artikel di jurnal internasional memang gak gampang, tidak seperti kalau kita mengirim ke jurnal nasional. Ada trik-triknya tersendiri, yang untungnya sudah dijelaskan secara gamblang dan terstruktur di bukunya Wendy Laura yang berjudul Writing Your Journal Article in 12 Weeks ( A Guide to Academic Publishing Success). Intinya dalam buku ini Wendy menjelaskan step by step menulis, mulai dari tahap awal – running process – sampai submitting the article. Dan yang bikin stres bagi saya adalah semuanya harus ditulis dalam bahasa Inggris (ya iya lah..). Untuk dosen dengan kemampuan berbahasa Inggris yang standard seperti saya ini ya rada mumet juga. Menyusun penelitian sekelas mahasiswa S3 dengan standar internasional aja sudah susah, apalagi semuanya harus ditranslate in english. Haduduuhhhh…
Berikut ini langkah-langkah yang disarankan oleh Wendy dalam menulis terutama untuk membuat artikel di jurnal internasional.
Pendahuluan  – Membaca buku tersebut untuk mengetahui instruksi yang harus dijalankan.
Minggu 1 – Designing your plan for writing
Bagaimana membangun feeling untuk menulis, mendesain rencana untuk mengirim artikel dalam 12 minggu.
Minggu 2 – Starting your article
Menjelaskan jenis-jenis artikel ilmiah, apa saja yang bisa dipublikasikan, membuat abstraksi yang bagus, dan menyiapkan artikel yang mau dikirim. Abstraksi jurnal internasional yang baik meliputi: why, what, how, evidence and conclusion. Jumlah kata maksimal 200 kata, harus fokus dan terstruktur. Kayaknya simpel, tetapi susah juga bikinnya. Bikin stres deehhh…
Minggu 3 – Advanced your argument
Alasan mengapa artikel kita diterima atau ditolak, bagaimana membuat argumen yang baik, serta mengorganisasi artikel kita sesuai dengan argumen yang dibuat. Sesi ini juga susah dan bikin gemeteran para peserta. Karena argumen ini dibuat dalam bahasa Inggris, dijembrang di depan serta dikomentari oleh peer reviewer.
Minggu 4 – Selecting a journal
Tujuan menulis artikel jurnal ini adalah agar bisa submit ke jurnal internasional. Pada sesi ini kita diajarkan untuk searching jurnal internasional yang bereputasi tinggi, menengah dan rendah. Usahakan jurnal yang kita tuju harus related dengan artikel dan bidang ilmu kita. Jangan sampai salah masuk jurnal. Dan yang penting, jurnal yang kita masuki adalah jurnal yang juga diakui oleh Dikti, biar ada nilai KUM nya.
Minggu 5 – Reviewing the related literature
Dalam menulis artikel, kita wajib membaca literatur dan hasil penelitian terdahulu dengan efektif dan efisien, mengidentifikasi hubungan antara artikel yang ditulis dengan literatur yang terkait, serta menghindari plagiat.
Minggu 6 – Strenghtening your structure
Ternyata struktur penulisan artikel ilmiah juga penting artinya. Dimana struktur itu bagaikan rangka tulisan kita untuk memahami apa yang kita tulis. Dijelaskan dalam bab ini mengenai jenis-jenis struktur penulisan, struktur artikel untuk penelitian sosial dan humanity, memecahkan masalah dalam struktur menulis. Sesi ini menyuruh kita presentasi mengenai struktur penulisan artikel yang telah dibuat.. Sama kayak di atas, bikin grogi abiss..
Minggu 7 – Presenting your evidence
Diajarkan bagaimana mempresentasikan hasil temuan kita serta merevisi tulisan yang berkaitan dengan hasil penelitian.
Minggu 8 – Opening and concluding your article
Pada sesi ini diajarkan mengenai membuat judul artikel yang benar, membuat introduction (bab pendahuluan) yang informatif, serta membuat kesimpulan. Sesi ini juga membuat “babak belur” peserta karena masih ada aja revisi.
Minggu 9 – Giving, getting, and using other’s feedback
Menjelaskan tentang umpan balik, maksudnya adalah mensharing artikel kita dengan rekan atau supervisor untuk memberikan masukan mengenai artikel keseluruhan yang telah kita susun. Hal ini penting artinya karena dengan banyak masukan, kita bisa membuat artikel dengan lebih sempurna lagi.
Minggu 10 – Editing your sentences
Setelah mendapat umpan balik, langkah selanjutnya yaitu mengedit kalimat-kalimat dalam artikel sesuai dengan struktur yang telah diajarkan sebelumnya. Serta aturan-aturan dalam mengedit kalimat di artikel kita.
Minggu 11 – Wrapping up your article
Pada tahap kita mengemas artikel secara lengkap, mulai dari menyelesaikan argumen, mengecek kembali literature review, pendahuluan, hasil temuan, struktur penulisan dan kesimpulan.
Minggu 12 – Sending your article
Taraaa…. akhirnya, mengirim artikel ke jurnal yang sudah kita list sebelumnya. Sesuaikan gaya selingkung artikel dengan ketentuan jurnal tersebut, siapkan hard copy dan soft copy-nya, kirim dan rayakan hasil kerja keras kita.. Piiuuhh..
Penutup – Merespon keputusan dari dewan editor jurnal
Ya sudah, kita tinggal tunggu keputusan dari board of director, apakah artikel kita ditolak, direvisi atau diterima. Untuk jurnal internasional yang sudah memiliki impact factor, biasanya waktu tunggu sekitar 2-4 tahun.. Haa….!! Pasrah aja dehh dan banyak berdoa..

10 komentar:

  1. wah makasih infonya sob, keep posting

    http://s.id/4Xi

    BalasHapus
  2. Bisa saya bantu bagi yang kesulitan,,
    cek disini : http://jasapenerbitanjurnalinternasional.blogspot.co.id/2014/02/jasa-penerbitan-jurnal-internasional.html

    BalasHapus
  3. Artikel ini sangat menarik. Terimakasih telah berbagi informasi. Informasi ini sangat membantu

    ST3 Telkom

    BalasHapus
  4. Nice info kunjungi ittelkom-sby.ac.id

    BalasHapus